Top Menu

Advertisement

Advertisement
InformasiJaringan

Pengertian Sinyal Digital dan Pengkodean / Encoding Sinyal Digital

25/01/20, Januari 25, 2020 WAT
Last Updated 2020-01-25T16:36:46Z
Advertisement

1DAYSOCIAL | Sinyal Digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau atau noise, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan isyarat digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.

Biasanya isyarat ini juga dikenal dengan isyarat diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada isyarat digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11.



Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah. System digital merupakan bentuk sampling dari sytem analog. digital pada dasarnya di code-kan dalam bentuk biner (atau Hexa). besarnya nilai suatu system digital dibatasi oleh lebarnya / jumlah bit (bandwidth).

jumlah bit juga sangat memengaruhi nilai akurasi system digital. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi. Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak memengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.

Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif. Teknik Pengkodean Dalam sistem komunikasi, kita tahu hal transmisi data. Transmisi adalah proses yang melibatkan hubungan antara sumber sistem dan sistem tujuan. Transmisi data adalah proses transfer data sebagai objek transmisi, dari sistem sumber ke sistem tujuan.

Transmisi data sebagai objek memiliki ciri khas tersendiri. Data yang dipahami oleh manusia adalah data dalam bentuk karakter atau teks. Sayangnya, data dengan karakteristik ini tidak dapat dengan mudah ditularkan melalui media transmisi dalam bentuk kabel dan gelombang. Data tersebut harus dikonversi menjadi karakteristik yang sesuai dari proses transmisi, biner dan urutan bit.

Pengkodean atau Encoding Sinyal Digital


Untuk menampilkan urutan bit data, maka perlu sinyal digital. Data adalah urutan bit encoding proses mengkonversi menjadi elemen sinyal yang merupakan pulsa sinyal digital. Kebalikan dari hal ini adalah proses decoding, yang mengubah sinyal digital menjadi data digital. Pengkodean untuk mengubah data digital ke dalam bentuk lain yang sesuai dengan media transmisi disebut Jalur Coding.

NRZ (Non Return To Zero)


Signaling NRZ adalah teknik differential encoding Dalam NRZ, nilai-sinyal tinggi ‘1’ dalam bit biner, dan nilai-sinyal rendah ‘0’. NRZ dapat dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain : NRZ-L (Non Return Zero-Level) NRZ-L diterapkan berdasarkan pada keberadaan tegangan negatif atau positif. Sebuah tegangan negatif akan digunakan untuk mewakili biner, dan tegangan positif digunakan untuk mewakili biner lainnya. Di NZR-L, tingkat sinyal selalu konstan. Manchester Encoding Manchester teknik encoding adalah salah satu teknik coding biphase, di mana ada transisi pada tiap babak periode bit. Jika pada periode semester pertama pulsa adalah sinyal tinggi maka pulsa setengah periode berikutnya adalah sinyal rendah, akan mendeklarasikan nilai ‘1’. Sebaliknya itu akan bernilai ‘0’.

Manchester


Manchester encoding memiliki beberapa keunggulan, seperti sinkronisasi yang baik karena transisi di setiap setengah dari bit dan penerima dapat mengatur transisi, hal itu disebut kode self-clocking, Manchester encoding juga tidak lagi mengandung komponen DC. Sayangnya, kelemahan teknik coding ini adalah tidak adanya kesalahan-detektor transisi yang terkandung di dalamnya.

4B / 5B KODE GROUP


4B / 5B Kode Group adalah teknik coding yang memetakan blok bit informasi didefinisikan dalam sejumlah variabel m dan n. Jumlah bit dalam variabel n selalu lebih besar dari jumlah bit dalam variabel m, nilai n adalah jumlah bit dalam variabel m ditambah 1.

TrendingMore